Akulturasi Budaya Mengenai Seni Kaligrafi Terhadap Kebudayaan Islam
Akulturasi Budaya Mengenai Seni Kaligrafi Terhadap Kebudayaan Islam
Yoga Dwi Saputra
Institut Agama Islam Negeri Metro
Email : yogadwisaputra38@gmail.com
Abstract
In this journal I will discuss the cultural acculturation of the art of calligraphy of Islamic culture. Cultural acculturation is acculturation is a process of change, where changes occur in the cultural field. These changes occur because of the influence of outside culture. Then the culture is accepted and then developed with native culture without losing the values in that culture. Culture is created by habits that are carried down through generations and carried out every time, the same as calligraphy. Calligraphy is a work of art that has a value of beauty that is very interesting to see. There are also schools where they are forms of writing styles or models such as Naskhi, Tsuluts, Rayhani Writing, Diwani farisi, Qoufi and Riq'ah. In this writing there is also the history of the development of Calligraphy Art so that the development of calligraphy in this country and even in the world is interesting to observe, because calligraphy is an art that has extraordinary extraordinary value.
Keywords: Acculturation, Calligraphy, culture.
Pendahuluan
Perkembangan kebudayaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yaitu terjadi karena adanya sebuah akulturasi. Akulturasi adalah sebuah proses perubahan, dimana perubahan tersebut terjadi dalam bidang kebudayaan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya pengaruh kebudayaan luar. Kemudian kebudayaan tersebut diterima lalu dikembangkan dengan kebudayaan asli tanpa menghilangkan nilai-nilai dalam kebudayaan tersebut.
Seni kaligrafi adalah sebuah aspek penting yang digunakan untuk mempercantik tulisan Al-Qur'an. Seni kaligrafi juga disebut sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara tidak langsung yang bertujuan memperoleh keindahan dan berfungsi sebagai media untuk menjelaskan tanda-tanda tertentu.Sejarah perkembangan kaligrafi di Indonesia juga tidak terlepas dari masuknya ajaran agama Islam di Nusantara. Banyak bentuk dan gaya penulisan yang ada seperti tulisan kuffi, tsulusti, nasta'liq. Oleh sebab itu, seni kaligrafi sangatlah menarik untuk dibahas.
A. Akulturasi Budaya
Berbicara mengenai kebudayaan, kebudayaan berasal dari bahasa Inggris yaitu culture yang berarti memelihara, mengerjakan dan mengelola. Sedangkan kebudayaan dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu bentuk jamak dari kata Buddhi yaitu akal atau budhi. Budaya adalah bentuk dari cipta, rasa dan karsa. Sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa itu sendiri. Adapun definisi dari beberapa ahli mengenai kebudayaan adalah sebagai berikut :
- Menurut E.B Taylor bahwasanya kebudayaan memiliki arti yaitu keseluruhan yang kompleks, dimana disitu terdapat Ilmu-ilmu seperti ilmu pengetahuan dan hal-hal yang selalu dilakukan oleh masyarakat dan kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan sehingga menjadilah sebuah kebudayaan.
- Menurut R. Linton ia juga menjelaskan bahwa kebudayaan adalah sebuah wujud dari sebuah tingkah laku atau kebiasaan yang dilakukan setiap hari dan sulamnya memiliki sebuah unsur untuk membentuk sebuah kebudayaan dan selanjutnya di teruskan oleh masyarakat lain.
Perkembangan kebudayaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yaitu terjadi karena adanya sebuah akulturasi. Akulturasi adalah sebuah proses perubahan, dimana perubahan tersebut terjadi dalam bidang kebudayaan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya pengaruh kebudayaan luar. Kemudian kebudayaan tersebut diterima lalu dikembangkan dengan kebudayaan asli tanpa menghilangkan nilai-nilai dalam kebudayaan tersebut.
Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa masuknya agama Islam di negeri ini terjadi karena adanya sebuah percampuran budaya dan budaya tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya. tetapi dalam sebuah proses akulturasi tersebut, kebudayaan masyarakat lokal tetap memegang teguh kebudayaan tersebut. Sehingga terjadi sebuah percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan Islam.
B. Seni Kaligrafi
Seni kaligrafi adalah sebuah aspek penting yang digunakan untuk mempercantik tulisan Al-Qur'an. Seni kaligrafi juga disebut sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara tidak langsung yang bertujuan memperoleh keindahan dan berfungsi sebagai media untuk menjelaskan tanda-tanda tertentu. Secara bahasa kaligrafi berasal dari bahasa Yunani yaitu kaligraphia yang berarti menulis dengan indah.
Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya, dan cara-cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis mengubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana untuk menggubahnya.
Kaligrafi muncul di kawasan jazirah Arab. Perkembangan seni kaligrafi ini dalam bahasa Arab disebut dengan khat. Kemudian perkembangan khat bersifat kursif yaitu perwujudan dari bentuk seni yang disebut sukus, naskhi. Munculnya seni kaligrafi dengan bentuk yang sangat indah dari masa ke masa. Karena khat adalah seni asli dan didalamnya terdapat ruh peradaban. Dengan demikian, kaligrafi menjadi salah satu tulisan yang berkembang sampai saat ini dan memiliki peranan yang sangat sentral dalam perkembangan agama Islam di seluruh dunia.
C. Aliran -Aliran kaligrafi
Seni kaligrafi merupakan sebuah tulisan yang bersumber pada tulisan Arab. Menurut ketentuannya, seni kaligrafi Memiliki beberapa jenis aliran, antara lain :
- Aliran Naskhi, Tulisan pada aliran ini ditulis menggunakan tangkai pena yang diluruskan dan tidak terlalu panjang cenderung pendek, serta melengkung secara teratur ke atas dan kebawah sama juga dengan bagian tengah. Tulisan ini memiliki pengaruh positif terhadap penulisan ayat-ayat Al-quran. Tulisan ini digunakan beberapa negara termasuk di negeri tercinta ini serta dapat dipakai dalam penulisan buku Arab.
- Aliran Tsuluts, Aliran ini berkembang pada abad ke-7, tepatnya pada masa Bani Umayyah. Tulisan ini di gunakan sebagai hiasan yang terletak pada dinding-dinding masjid.
- Aliran Rayhani, Tulisan ini memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan aliran naskhi dan aliran tsuluts. Tulisan ini digunakan untuk menulis buku-buku agama maupun Al-Qur'an.
- Aliran Diwani, Tulisan pada aliran ini memiliki corak yang sangat berlebihan. Oleh sebab itu tulisan ini menitikberatkan pada segi hiasan dari pada tulisannya.
- Aliran Farisi, Pada aliran ini, tulisan lebih condong ke arah kanan, Memiliki tingkat kelebaran huruf 1 sama lain berbeda. Oleh karena itu, menulis tulisan ini harus memiliki keahlian khusus dan memakan waktu yang sangat lama.
- Aliran qoufi.
- Aliran Riq'ah.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa akulturasi budaya Akulturasi adalah sebuah proses perubahan, dimana perubahan tersebut terjadi dalam bidang kebudayaan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya pengaruh kebudayaan luar. Kemudian kebudayaan tersebut diterima lalu dikembangkan dengan kebudayaan asli tanpa menghilangkan nilai-nilai dalam kebudayaan tersebut.
Seni kaligrafi adalah sebuah aspek penting yang digunakan untuk mempercantik tulisan Al-Qur'an. Seni kaligrafi juga disebut sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara tidak langsung yang bertujuan memperoleh keindahan dan berfungsi sebagai media untuk menjelaskan tanda-tanda tertentu.
Daftar Pustaka
Koentjaraningrat, kebudayaan mentalitas dan pembangunan, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1993.
William A. Havilland, Anthropologi, Jakarta, Erlangga jilid 1, 1985.
Sepbianti Rangga Patriani, " Pengaruh Sosiokultural Budaya Islam Terhadap Seni Lukis Kaligrafi Di Indonesia, " Jurnal Buana Pendidikan 13, no. 23, (Febuari 2017).
Eva iryani, " Akulturasi Agama Terhadap Budaya Indonesia, " Jurnal Ilmiah Universitas Batang Hari Jambi 18, no.2 2018.
Limyah Al-Amri, " Akulturasi Islam Dalam Budaya Lokal, " Kuriositas 11, no.2 (Desember 2017).
Sirojudin Ar, Seni Kaligrafi Islam, Bandung Rojdakarya edisi kedua.
Komentar
Posting Komentar